Ada Apa Dengan Caiya #eh #AADC2

Sebagai manusia penikmat film, tentunya film yang berjudul Ada Apa Dengan Cinta 2 pasti menjadi sebuah penantian yang sangat sayang untuk dilewatkan. Dan kebetulan, karena ditraktir oleh kakaboss Dhimmas, jadilah aku menonton film tersebut dengan sukacita.

Beberapa kali obrolan di grup whatsapp Loenpia #LowoFlagship (yang kebetulan nama digrup masih itu) banyak menceritakan tentang film-film tersebut, apalagi minggu kemarin sempet dipamerin ama Pepeng sendiri kalo dia nonton gala premier di Jogja. Yaa jelaslah, karena pepeng tersebut masuk ke dalam film layar lebar tersebut dengan klinik kopinya dan sekarang sudah mulai terkenal. Peng … aku bolomu lho peng … 

Dari perbincangan di grup tadi semakin menguatkan rasa penasaran terhadap film tersebut, dan kesempatan nonton bareng dengan temen-temen JRU dan kakabos Dhimmas pun aku terima dengan gembira. Rasa penasaranku diantaranya adalah penasaran nanti pepeng tingkah laku perannya seperti apa ? penasaran kisah cintanya Cinta dan Rangga seperti apa ? penasaran settingan Jogja yang konon katanya jadi latar cerita itu bakalan seperti apa ?

Di Ada Apa Dengan Cinta 2 ini awal ceritanya adalah pertemuan ke-4 sahabat yang berkumpul dan saking kangennya ngumpul-ngumpul, akhirnya mereka menentukan satu tempat tujuan untuk berlibur rame-rame ke Jogja. Karmen yang sempat salah pergaulan pun menerima ajakan ini, meski sempat terlintas keraguan diantara sahabat-sahabatnya.

Di Jogja pun mereka tinggal disebuah villa yang menurut ke-4 sahabat ini sungguh eksotis, seperti banyak tanaman hijau, bangunan yang seperti setengah jadi tapi permainan interior yang cukup bagus, serta pemandangan luar yang indah sekali. Disini pun mereka menentukan tempat-tempat mana yang harus dikunjungi, seperti wisata kuliner dan tempat oleh-oleh, kecuali wisata ke candi-candi karena salah satu diantara mereka sedang hamil dan tidak boleh terlalu capek.

Sementara itu, ternyata Rangga mempunyai partner di New York, namanya Roberto dan mereka telah mendirikan sebuah coffeeshop yang mempunyai barista bernama Donna yang diperankan oleh Lei-lei Bavoil. Donna ini manis lho gaes, cuman disini Donna kasian sekali gajinya gak naik-naik.

Rangga pun tidak terlepas dari perangainya yang judes, cuek, dan sepertinya angkuh. Sesuai dengan namanya Rangga, Rai Nggatheli :D.

Melihat kegelisahan dari Rangga, Roberto pun menyarankan kepada Rangga untuk segera menyelesaikan permasalahannya, entah itu masalah dengan keluarga atau pun masa lalunya. Dan yang mengejutkannya lagi, ternyata Rangga mempunyai adik tiri. Dan maknjegagik adik tirinya ini pun muncul di hadapan Rangga, dan membujuk supaya Rangga ini kembali ke Indonesia dan menengok ibunya.

Akhirnya kegelisahan Rangga pun memuncak dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia, turun di Jakarta untuk bertemu dengan Cinta tapi apa daya Cinta sudah pindah rumah. Kemudian, melanjutkan perjalanannya ke Jogja.

Kedatangan Rangga ke Jogja ini sebenarnya ingin mengumpulkan keberanian untuk menengok Ibunya. Akan tetapi di tengah keberaniannya itu, Rangga dihadapkan dengan sebuah penyesalan yang belum berakhir, sebuah penyesalan akan keputusan meninggalkan Cinta karena permasalahannya sendiri, sampai akhirnya mereka bertemu secara tidak sengaja di kota Jogjakarta.

Pertemuan mereka pun tidak jauh dari skenarionya Karmen, salah satu sahabatnya yang sangat mengerti akan perasaan Cinta. Bujukan sahabat-sahabatnya supaya Cinta menyelesaikan masalahnya dengan Rangga pun sempat mengalami pertengkaran kecil diantara mereka, sampai akhirnya Cinta pun menyanggupi untuk menghadapi pertemuannya dengan Rangga.

Dan akhirnya mereka bertemu dalam sebuah coffeeshop kecil, di tempat inilah muncul meme-meme ala ahensi dan lain sebagainya, yaitu Rangga … yang kamu lakukan ke saya itu jahad ! 😀

Obrolan mereka pun asik sekali, karena menceritakan keadaan mereka beberapa tahun yang lalu, dan penjelasan-penjelasan yang membuat penasaran diantara mereka. Sampai akhirnya, keasikan mereka pun berlanjut kemana-mana. Dan diantaranya adalah ke tempat klinik kopi, sebuah adegan yang aku tunggu-tunggu.

Ternyata Pepeng ini kenal deket ama Cinta, terbukti Pepeng tahu banget kebiasaan Cinta minum kopi jenis apa gitu. Dan dalam adegan ini, kecerewetan Pepeng tentang kopi sempet bikin hmmm si Rangga. Yang paling menggelikan dialog Pepeng yang menceritakan, “di tempat ini terdapat berbagai macam jenis kopi, just coffee”. Trus kemudian sempet terceletuk, “silakan coba ini kopinya … ambunen! ” :))

Selebihnya film ini menceritakan tentang kisah cinta mereka yang penuh intrik, gengsi dan masalah. Supaya lebih seru, memang harus nyoba liat sendiri filmnya, toh sekalian aja memaksimalkan kempen cinta film Indonesia 😀 gak ada salahnya kan ?

Di film ini juga sempet bikin … Oh ternyata yang kemarin ribut dipromoin temen-temen di path soal lagu “Nggir rak minggir tabrak !” itu ternyata ada di bagian film ini. Mantaapph …. perpaduan musik elektro dance dengan rapper ala Jawa.

#eh yaa, sempet ada tantangan dari #AADC2 soal berani gak nonton dengan pasangan yang sama pas nonton #AADC yang pertama. Tapi yaa jelas gak beranilaaah, secara udah jadi mantan dan udah beranak penak 3 gitu kok hehehe …

Selamat menonton yaa gaes …

 

 

salam manis,

[H]Yudee

4 replies
  1. elafiq
    elafiq says:

    itu dialog dari mas Pepeng bisa jadi quote :)))
    kang, rak ono salahe lho ngajak nonton meneh.. anak e ben dijak bapakne… :)))))))))))))

    Reply
  2. Romo Farano
    Romo Farano says:

    Tjatatan pinggir;
    Ora Minggir Tabrak ciptaan dan dibawakan oleh KillTheDJ a.k.a Marzuki Muhammad a.k a Dab Juki, tokoh Jogja Hiphop Foundation.
    Kebetulan kami cukup akrab..

    DJ yang mengiringinya adalah DJ Fanda, FDJ senior di Jogja. Posisi Soimah di JHF digantikan olehnya.

    Selain “ngebut benjut”, tanda “awas asu” sngat berkesan di hati..

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply to Romo Farano Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.