Sharing Foto dan Launching METAFORA SMAN 1 Jepara

Tiba-tiba ada bunyi BBM … kriiing … kriiing … #eh yaa gitu deh bunyinya …

Ninok panggilan akrab dulu semenjak di perkuliahan, dan Ninok itu adalah kakak kelas yang juga sekaligus mantan gebetan (orang) kala itu #halaah ..

bunyi bbmnya adalah ..

“Yud, kalo semisalnya ngajar foto di SMA gitu, tapi non bajet gimana ?”

Pertanyaan simple tapi maknanya dalam banget. Dan spontan aku jawab, Inshaa Allaah bisa cuman aku gak mau repot ama transportasi ke Jepara. Maklumlah, jaraknya lumayan jauh dan makan waktu yang tidak sedikit, apalagi kalo mruput pagi-pagi langsung ke lokasi dan harus berbicara di depan ?

Yaa seperti itulah, supaya di perjalanan nyaman dan mood bisa terjaga dengan baik ?

Acara ini merupakan peresmian komunitas fotografi SMAN 1 Jepara yang diberi nama Metafora (Media Kreasi Pecinta Fotografi Smansara). Dan aku pun tidak sendirian, karena aku mengajak temen hunting yang sudah cukup berpengalaman ketika memburu foto yang bertema human interest, mengingat prestasinya yang lumayan oke banget, dari menang berbagai macam lomba di kampusnya, di kompetisi umum/nasional dan pernah punya pengalaman dengan NatGeo. Kereen gilak kan ?

BnUka1fCUAAf5LN copy

Kesempatan pertama aku isi dengan pemahaman penguasaan alat. Kenapa aku mengambil materi tersebut ? yang jelas, pengennya supaya adek-adek yang akan belajar fotografi di kemudian hari, harus bisa menguasai alat yang mereka punyai. Gak usah berlebihan dengan memiliki kamera segede gaban macam DSLR, poket pun atau smartphone sekalipun gak masalah, selama mereka menguasai gear/gadget yang mereka punya lho yaa…

Kebanyakan anak muda jaman sekarang, mereka gampang banget mendapatkan/mempunyai gear yang canggih-canggih seperti DSLR. Tapi ketika memotret, masih banyak kekurangan-kekurangan dari hal yang teknis alat itu sendiri, misal .. motret dalam keadaan pencahayaan terang tapi masih memakai flash (tiba-tiba flashnya on dan menyala ketika shutter ditekan), dan berbagai hal teknis yg lainnya.

Dan setelah menguasai alat, langkah selanjutnya adalah kita akan belajar memotret interaksi antar manusia (human interest). Tapi sebelum praktek, Doni Setiawan akan memberikan sharing ilmunya tentang bagaimana memotret human dan tips triknya ketika berinteraksi supaya mendapatkan hasil yang bagus.

Doni Setiawan sharing tentang tips & trik ketika memotret human interest

 

Dan setelah mendapatkan ilmu sedikit tentang fotografi, acara kemudian dilanjutkan dengan hunting foto sesuai tema, yaitu human interest. Dan lokasi huntingnya di pasar tradisional lhooo … kereeen kan !? ?

Pertama kali komunitas foto dibentuk, dibekali ilmu dasar dan langsung hunting foto di pasar. Itu kalo gak gilak idenya, mana mungkin mau pada hunting ke pasar, karena biasanya komunitas foto maunya hunting yang enak-enak aja, seperti motret model dibalut busana yang aduhai atau model yang dipadupadankan dengan busana seadanya :p .

Keseruan terjadi ketika semua peserta harus turun ke lapangan. Banyak diantaranya masih malu-malu ketika mau memotret sebuah moment achat de viagra belgique. Seperti ketika ketemu bapak-bapak penjual kelontong, mereka mengambil yaaa seadanya, dan sebenarnya sih boleh-boleh aja sih mengambil foto tanpa sepengetahuan obyeknya, tapi disini sesekali berinteraksi dengan obyeknya kan malah lebih bagus, selain lebih leluasa untuk mengambil foto, kita juga bakal lebih akrab dengan obyek tersebut, nambah temenlah minimal.

Itulah keseruan ketika turun ke lapangan, terutama di medan yang banyak sekali materi foto yang bakal bisa didapatkan. Tinggal kejelian kita aja yang bakalan bisa menangkap moment yang bagus, dan itupun butuh proses waktu, karena insting foto juga perlu diasah.

IMG_6645 copy

tradisi foto bareng sebelum pulang

Sukses terus buat METAFORA !! jangan cepat puas dengan apa yang kalian dapat di dunia fotografi, dan selalu ingat nasehat temen-temen di dunia fotografi.

“Diatas langit, masih ada langit” artinya adalah itu langit masih banyaaak bangeeet :))) … *keplak*

Diatas ilmu yang kita kuasai, masih banyak ilmu-ilmu lain yang belum kita ketahui, dan gak boleh sombong …. ? (kurang lebih seperti itulah artinya)

 

 

Salam manis,

[H]Yudee

Montir Syantik itu Sindy

 

DSC06836

Pie jal perasaanmu ?? 

How do you feel ??

 

Kalo punya montir aja sesyantik wanita ini ??

Bisa dipastikan perasaannya bakal berdebar-debar sekalinya melihat cewek ini lagi mbenerin mobil. Dan juga pasti pura-pura ngajak ngobrol nanya ini itu, sembari nyari ‘bocoran’ penglihatan juga yaaa 😀

 

Namanya Sindy, entah tulisannya Sindy atau Cindy atau Cindi. Dengan gaya montir, Sindy kali ini memerankan seorang montir yang syantik cekalee …

Continue reading “Montir Syantik itu Sindy”

Desain kaos street

Akhirnyaaaa, punya juga kaos bertama foto sendiri.

Kenapa kok malah mengangkat tema street photography ?

Yang jelas, sekarang kamera mulai kecil (pocket yg harganya SLR) dan lebih ringkas trus suka banget ama foto-foto di jalanan. Itu kenapa, lebih suka dengan istilah Street Photography.

Kaos ini merupakan desainnya @mbahtonno yang akhirnya aku implementasikan ke media kaos dan aku tawarkan ke beberapa temen pehobi foto, dan alhamdulillah pada suka.

Aaaah cenangnyaaah …. 😀

 

Continue reading “Desain kaos street”