Nonbar #theRaid2

Awalnya di bbm oleh Sonia, yang kala itu jadi PRnya E-Plaza Semarang, bunyinya adalah ajakan nonbar the Raid 2. Waah, cocok nih .. langsung aja deh, aku iyain ajakan nonton barengnya itu. Etapi kemudian Sonia pun bertanya, kira-kira temen onliners siapa aja yaa yang sekiranya bisa diajakin lagi ?, trus minta tolong untuk di data siapa aja yang bisa ikutan nonbar. Tanpa berpikir panjang, henpon langsung aku buka dan aku list beberapa temen yang sekiranya bisa, seperti dari twitter akun kota dan bloggers.

Setelah terkumpul, barulah sore itu kita berangkat ke lokasi, yang letaknya persis di tengah-tengah kota, lebih tepatnya di kisaran Simpang Lima Semarang. E-Plaza ini merupakan salah satu tempat hangout yang menyediakan one stop service (kecuali tempat belanjaan), seperti lounge, bar, resto dan bioskop. Jadi kalau misalnya ke EP, setelah nonton trus laper, bisa langsung mampir ke restonya, trusss begitu jam mulai malem bisa ndugem sekalian di lokasi ini. Seruuu kan ? hehehe …

back to nonbar !

Dan seperti biasa, temen-temen datengnya tar tir tar tir .. alias satu persatu datang di waktu yang mepet. Sampai akhirnya diputuskan untuk tinggal duluan, takut kalo telat nontonnya.

the-raid-2-poster

Film the Raid 2 ini merupakan sekuel dari edisi sebelumnya, yang berjudul sama. Yang pertama, latar ceritanya hanya ada di satu tempat rumah susun yang ternyata dikuasai oleh preman paling kejem se-lokasi film itu dibuat ? . Dan selanjutnya ada adegan penjebakan dan penyelamatan, pengkhianatan dan berbagai intrik dalam film tersebut. Adegan yang paling ditonjolkan lebih ke brutalisme, dari tembak-tembakan dan jotos-jotosan. Ituuu edisi the Raid yang pertama.

Sedangkan ini, merupakan kelanjutan dari edisi sebelumnya. Yang lebih menceritakan tentang agen polisi bernama Rama (Iko Uwais) yang disusupkan ke dalam sindikat kriminal paling berbahaya di Jakarta. Rama pun tetap diminta untuk waspada saat melakukan penyamarannya. Dalam penyamarannya, Rama diharuskan menjalani hukuman penjara dengan dalih untuk mendekati Ucok (Arifin Putra), putra bos narkoba yang bernama Bangun (Tio Pakusadewo). Setelah kepercayaan dari Bangun terbentuk, baru dimulailah petualangan penyamaran tersebut.

Efek-efek yang ditonjolkan sangat menarik dan wow. Dan mungkin kita akan bilang ini brutalisme? dan memang sih, karena kebanyakan adegannya lebih menggambarkan dunia mafia yang kejam. Adegan pembunuhan pun tersaji dengan rapi dan cukup menggelitik leher. Belum lagi peran Julie Estelle yang menjadi hammer girl, wanita yang bersenjatakan palu berakting cukup menawan, ketika berkelahi di dalam kereta api viagra pour homme canada.

Pokoknya gak nyesel lah nonton film ini. Etapi juga kalian harus mempersiapkan mental dulu sih, karena adegan brutal yang ada di film ini sangat tidak dianjurkan buat kalian yang jijik kalo melihat darah, dan buat orang jantungan jugak ? karena terlihat dari beberapa wanita yang nonton film ini merasa tidak kuat untuk melihatnya.

DSC05641

 

Dan ini lah para jagoan-jagoan nonbar yang masih bertahan sambil menunggu hujan reda :))

 

 

 

salam manis,

[H]Yudee

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.