#Nyetrit di Kutho Solo

Kadang sering bingung penyebutan Surakarta atau Solo, yaah semoga aja ada yang mau menjelaskan tentang perbedaan nama tersebut.

Sebut saja #kotasolo, tempat ini buat aku menyimpan banyak cerita yang masih belum banyak aku ketahui, salah satunya seperti : menurut penjelasan dari abdi dalem Keraton, Kota ini dulunya sangat kuat sekali sampai akhirnya terjadi perpecahan kecil yang kemudian menjadi Ngayogyakarta. Nah dari situlah sejarah dimulai dan kemewahan kota Solo dengan karakternya mulai terangkat.

Jadi, setelah rangkaian acara MPR-RI Netizen Gathering (20-22 November 2015), beberapa rombongan dari Bandung masih belum puas untuk jalan-jalan mengeksplor kota Solo ini. Dan kebetulan keretanya pun baru berangkat malam, dan dari tim Semarang sorean, sedangkan kita mempunyai sisa waktu lumayan panjang banget.

Akhirnya tim Semarang pun ikutan join ama temen-temen dari Bandung untuk jalan-jalan di kota Solo dengan guidenya mas Yatno, peserta dari MPR RI Netizen Gathering juga sih :D. Dan tujuan pertama adalah mencari oleh-oleh makanan dan gak jadi karena abis stoknya. Kemudian dilanjutkan menuju Museum Batik Danar Hadi.

DSC04591
museum Danar Hadi

Tempatnya bisa terbilang asik banget dan letaknya pun strategis. Museum yang berdiri sejak tahun 1890 ini merupakan kediaman dari KPH. Wuryaningrat, cucu dari Pakubuwono IX. Museum ini memiliki konsep  bertemakan batik yang terinspirasi dari buku karya Bapak H. Santosa Doellah dengan judul Pengaruh Zaman dan Lingkungan. Interior dari bangunan ini bisa terbilang mewah, ditambah lagi dengan koleksi batik-batik yang ditawarkan yang merupakan koleksi kuno sampai terkini pun ada. Sayangnya, karena waktu yang dukup mepet, akhirnya kita memutuskan untuk sekedar foto-foto saja di luar ruangan dan berpindah tempat ke tujuan yang lainnya.

Dan tujuan selanjutnya adalah mencari titik nol kilometer kota Solo.

DSC04609
kantor Pos kota Solo

Dari sini dimulailah kita berjalan menyisiri lokasi mencari titik nol kota Solo. Dan buat aku ini merupakan kesempatan emas untuk nyetrit.

DSC04612
bolehlah kecil, tapi namanya semangat kerja bisa mengalahkan kondisi.

Cobalah tengok ke tukang-tukang becak, dengan kondisi becak yang kecil tersebut ternyata tidak menyurutkan untuk membawa barang yang cukup besar dan hampir melampaui beban dari kendaraan rakyat tersebut.

DSC04627
ciee … bertolak belakang ni yee ..

Cuman sayangnya, para tukang becak ini seringkali bermasalah kalo soal rambu-rambu jalan, alias suka nerobos gitu aja sih. Sayang banget yaa … coba kalo sikap taat sama aturan itu ditaati, pasti nanti efek baiknya gak cuman untuk kita semua pemakai jalan, melainkan untuk tukang becak itu sendiri. Gak bisa bayangi tuh, kalo ndilalah ciluk .. baaa ama kendaraan lain.

DSC04619
Tugu Nol Kilometer

Dan inilah Tugu nol kilometer yang kita cari-cari. Tugu ini bernama Tugu Tiang Lampu Gladag, dan tugu ini masih merupakan cagar budaya yang harus dipertahankan, lihat aja ada keterangan di sampingnya itu.

Makin lama makin asik aja nih kalo mau nyempetin #nyetrit (sebutan untuk aktivitas street photography) di jalan-jalan. Segala kondisi baik dengan skenario atau moment asal dapat, selama secara teknis sudah oke, hasilnya pun bisa oke sekali…. yuk nyetrit lagi ?

 

 

salam manis,

[H]Yudee

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *