Semacam Kapok Belanja Online di Lazada

Yaah, anggap aja ini adalah sebuah tulisan kekecewaan terhadap salah satu toko online yang konon katanya salah satu “terbesar” di Indonesia. Tapi di moment ultah yang kedua, sikap situs ini mengecewakan dan jauh dari sikap profesional.

Berawal dari suatu malam, pada saat itu daripada mikirin orang cantik berpipi merah jambu yang belum tentu bisa jadi milikku, #halah … Β  Β *ulangi*

Berawal dari suatu malam 26 Maret 2014, ketika sedang asik-asiknya browsing kesana kemari … #eh kemudian iseng mengeklik promo ultah ke-2 online storenya Lazada. Barang yang ditawarkan berdiskon sampe 90an % lebih dan itu pun cukup menggoda imanku untuk berbelanja. Pelan-pelan aku buka, dan aku baca secara seksama produk-produk yang sekiranya menarik hati, sampai akhirnya aku memilih sepaket pisau untuk kebutuhan dapur dengan diskon yang biasa aja. Stlh itu lanjut aku buka, di bagian jam tangan, sampai akhirnya menemukan G shock GD 350 dengan diskon yang luar biasa mencapai 93% kalo gak salah. Dan total yang harus aku bayar sekitar 270an ribu rupiah untuk kedua barang tadi, belum termasuk ongkir dan lain-lainnya seperti pajak.

Order deh gak pake lama dengan pembayaran Kartu Kredit, dan kemudian muncul email :

review-order-berhasilsenengnyaaaa ….. *saat itu* bisa ndapetin barang yang sangat murah dan bermutu. Dan ada susulan email yang mencantumkan invoice untuk pembelian barang tadi, yang membuat semakin mantap kalo itu bener-bener terjadi dan bukanlah mimpi .. Dalam hati senangnya bukan main, dari kecil sampai sekarang baru kali ini kesampaian memberi jam merk nya G Shock, yang bikin shock beneran … hahaha …

Untitled-1

Di hari berikutnya, kesibukan di kantor cukup membuat aku lupa untuk mengecek email. Sorenya baru sempet mengecek email masuk dan ada lagi dari Lazada, dengan subject yang sangat tidak mengenakkan … Ternyata ada pencantuman salah harga! Damn !

salah-harga

Kemudian aku komplen via email, dan seperti biasa dengan jawaban yang polos dengan mengecewakan yang intinya pengulangan dari email yang pertama dengan disertai minta maaf.

Transaksi yang aku order kan ada 2 barang, dan semakin jengkel kenapa kok gak terkirim-kirim, sampai akhirnya aku pun nelpon ke CSnya yang tertera di webnya lazada. Dengan nadaku yang santai sambil nanya ini itu, dan kembali lagi kalo itu ada kekeliruan harga. Kemudian aku tanyakan untuk barang yang satunya, katanya pun kemungkinan terkirim minggu kemarin di awal April. Trus kutanyakan apakah ada kompensasi dari perusahaan atas kesalahan dari pihak Lazada ?? dan jawabannya pun datar, tidak ada. Padahal era sekarang rata-rata perusahaan berlomba-lomba dalam men treatment pelanggan dengan bermacam-macam kompensasi ketika ada kesalahan dari pihak perusahaan. Kembali ke soal benda yang aku order itu, sampai sekarang pun tidak terkirim.

Entahlah … apa maksud dari toko online “terbesar” yang bernama Lazada ini. Aku yakin, modal mendirikan atau omzet yang dipunyai toko online ini gak dikit, bisa dikatakan berapa coba ? let say .. ratusan yuta atau miliaran ?? entahlah …

Dan barusan gugling tentang Lazada, sampai ada tulisan seperti ini. Lhaaa dalaaah …. kok yaa aku ngeceknya setelah kebentur masalah, bukannya sebelum berbelanja harus cari tahu dulu reputasi toko onlinenya seperti apa dulu hahaha …

Tapi sudahlah, mungkin perusahaan ini lagi butuh duit, jadinya bisa dijadikan ladang amal, dan apakah aku harus bangga atau miris yaa, gaji umr kota lebih dikit tapi ngamal ke perusahaan gede … *hening* *urek-urektembokdipojokan*

Harusnya sih, untuk level perusahaan/toko online yang notabene becaaar, harusnya bisa mengkoreksi diri. Kalo posisiku sebagai pemilik toko online, ketika ada kesalahan harga .. itu adalah murni kerugian dari toko, dan harus konsisten ketika barang sudah sampai di konsumen/telah terjadi transaksi yang kemudian segera dikoreksi setelah ada kejadian tersebut, supaya nilai trust ke konsumen tetap terjaga. Apabila itu sistematik di toko online, sewaktu penerbitan invoice dan barang belum keluar toko, harusnya melalui tahapan pengecekan ulang atas ketersediaan barang atau nilai harga suatu barang yang akan dibeli oleh konsumen, jadi lebih terminimalisir untuk terjadi kesalahanpahaman terhadap konsumen.

Untuk kasusku tadi, itu invoice sudah terbit dan barang sudah di jasa kurir, karena pas pengecekan barang sudah keluar dari gudang dan terkirim ke kurir

status-pengiriman

hasil tracert barang :

status

Dari sini bisa disimpulkan kalo sistem tokonya sudah otomatisasi, berikut dengan pendebitan kartu kreditnya. Dan gudangpun hanya menerima perintah barang dikirim, tanpa pengecekan ulang mengenai harga.

Kalo mau mikir simpelnya sih, kesalahan ini ada di SDM yg nginput produk dan harga di ultah toko ini, jadi ketika barang terkirim yang kena harusnya orang internal, entah dengan pemotongan gaji sejumlah kekurangan ini kek, atau pemecatan (kasarnya), tapi jangan sampai bikin masalah ke konsumen, karena ketika masalah ini terjadi ke konsumen, jangan harap citra perusahaan akan baik, semua pasti akan terecord oleh mbah gugel. Dan sebenernya aku juga punya hak menulis komplen di surat pembaca karena aku kerja di salah satuΒ media cetak, yang konon pembacanya paling hits se Jawa Tengah, bahkan banyak perusahaan yang degdegan ketika membaca konten itu ketika mendapat komplen, banyak korbanlah dari komplenan yang masuk di surat pembaca itu, tapi hak itu tidak aku gunakan.

Sebenarnya sangat memalukan sih, membikin masalah sama konsumen di hari ulang tahun perusahaan …. πŸ™

Akupun pernah mengalami hal sedemikian rupa, salah ngasih harga. Nilai kirim ternyata 2x lipat dari apa yang aku tawarkan dan itu seharga 1 kaos, barang yaa tetap aku kirim, dan ada kerugian di toko online ku juga, akan tetapi rugi di internal kan mereka mana tahu, yang penting hubungan ke konsumen tetap terjaga. Intinya, selama bisnisnya jujur dan gak nyari masalah, Gusti Allaah pasti ngasih ganti dengan rejeki yang lain.

Entahlah dengan Lazada ini kawan! Β secara personal minta maaf dari jajaran manajemennya aja gak ada, malah aku yg harus telpon ke Jakarta baru CSnya yg minta maaf gegara ter record ada salah harga, dan menjelaskan suatu hal yang gak mutu (krn minta maaf lewat email masih kurang personal buatku), apalagi soal kompensasi atas kesalahan internal mereka.

#akurakpopo

 

 

salam manis,

[H]Yudee

 

 

 

16 Replies to “Semacam Kapok Belanja Online di Lazada”

      1. Mas..kasusnya sama ya sama saya..sy tgl 3 feb 2015 kmrn order brg dilazada..stlh selesai transfer..tiba2 ada sms dr suplier lazada ksh tau kalo ada salah harga dr 74900 yg shrsnya 174900.dan dgn entengnya mereka bilang minta balik transfer aja uangnya.smp skr saya blm tau nih kelanjutan order saya..

        1. hwaduh …. ternyata masih berkelanjutan yaa mengenai salah harga πŸ˜€
          yang jelas, sering-sering aja menanyai perkembangan orderannya, mereka harus ditegasi kak … πŸ˜€

  1. wah idem kejadiannya , saya kemarin tgl 24 maret 2015 beli a5 seharga 2jt perunit saya beli 5 tuh eh yang keproses cuma 1 dengan harga 4 juta …. ternyata unit ke 2-5 salah harga hadeh… malah dibatalin susah bgt bgt bgt… udah gitu duit orang lagi wkwkwk…

  2. mbak ni sedikit koreksi buat mbak. Sebelumnya kalau mbak membaca TOS (Terms of Use) lazada mbak mungkin g akan kecewa begini. saya sering ko dapat iphone 5 369rb ato andromax c3 25rb. Karena salah harga. tapi saya tidak serta merta transfer, saya croscek dlu ke lazada apa salah harga apa promosi.

    1. sorry “mas dink” hehe ni Bunyi Tos nya 2.7 Pemutusan oleh Penjual dalam hal kesalahan harga: Penjual berhak untuk mengakhiri Kontrak Pelanggan, dalam hal terjadi kesalahan pencantuman harga Produk pada Platform, di mana Lazada akan membantu Penjual, untuk memberitahu Anda tentang pembatalan tersebut

      1. lazada cuma pihak ke3 yg menjembatani seller dan buyer. Jualan di lazada jg g gratis lho mas, bukanya gratis tp uang yg g bisa ditarik 500rban, yah intiny dri situ lah uang free shipping dari lazada. ane bukan seller di lazada, ane seller di elev*nia dan bl*njacom. Buka di lazada bayar y g jadi πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *