Seseruan Bareng ezytravel.co.id

Pagi itu setelah sahur, persiapan sudah aku tata dengan rapi. 2 tas, 1 tas backpack dan 1 tas samping kecil sudah siap untuk dibawa, tinggal menunggu jemputan dari boss ceo seputarsemarang untuk bersama-sama menuju Bandara A Yani Semarang dengan tujuan Jakarta, untuk memenuhi undangan workshop dan temu blogger #hellonusantara dirangkaian #biarEksisAja nya Ezytravel.

Semangat kitanya kakak … πŸ™‚

Jelas dong! kita pun bersemangat, karena pada dasarnya kita terbilang freelance yang kurang piknik, jadi ketika mendapatkan kesempatan emas ini, kita nikmati secara maksimal mungkin meski waktunya cuman sehari doang :D. and you know what ?? Β ini merupakan first flightnya donsuke (bukan nama sebenarnya) lhooo … maksudnya, baru pertama kali naik pesawat gitu deh hehehe, untunglah sepatunya gak dilepas sewaktu mau naik pesawat πŸ˜€ Β *becanda lho don* trus dari situ jadi keinget, jaman dulu sewaktu naik pesawat pertama kali. Pesawat saat itu yang aku naiki adalah Adam Air, dan pengalaman pertama naik pesawat tersebut adalah pramugarinya cakep banget dan kulitnya putih, ibarat kalo minum kopi atau teh, bisa kelihatan tuh airnya mengalir dari mulut ke kerongkongan sampai ke usus-usus didalam tubuh πŸ˜€

Kali ini, pesawat yang kita tuju adalah Batik Air, dan so far pesawatnya menyenangkan dibanding dengan kelas dibawahnya. Tempat duduknya pun lumayan luas untuk kakiku yang lumayan jenjang #halah πŸ˜€ dan kebetulan saat itu kita duduk di dekat pintu darurat, otomatis kita dapat perhatian lebih dari mbak pramugarinya :*

Sesampainya di Jakarta, mules …. πŸ™‚ tahu sendiri lah, penerbangan pagi itu secara tidak langsung mengganggu kegiatan rutin di pagi hari.

Kita pun masih menunggu jemputan dari pihak sponsor. Sembari menunggu, kita pun mantengin ranah timeline untuk sekedar iseng-iseng ngetwit dan bales-balesan wasap, dan ternyata dari #hellopalembangΒ pun mendarat setelah rombongan #hellosemarang mendarat. Mayaan, ada temen ngobrol lagi setelah beberapa tahun gak ketemuan, nike rasyid dan suzannita. Tak selang waktu lama kemudian, datanglah yang dari #helloacehku di terminal kedatangan sebelah, 1 B. Mereka adalah Yudi Randa dan Ismi Wisudana. Kita berenam pun menunggu sembari ngobrol-ngobrol sampai akhirnya jemputan pun datang.

DSC09784

Big Bird, bis kecil yang siap jemput rombongan Hello Nusantara

Sebelumnya aku pikir yang jemput itu seperti mobil alphardnya bluebird, ternyata satu bis kecil untuk semua rombongan hello Nusantara (gabungan hello-hello dari berbagai daerah, Semarang, Palembang, Bogor, Aceh, Makasar, Lombok). Dan kita pun diantarkan untuk menjemput rombongan dari #hellolombokku di terminal 2, eka fitriani dan eliyan umamy, setelah itu kita menuju ke penginapan kita di kisaran Thamrin City.

Sesampainya di Thamrin City, kita pun beranjak menuju ke hotel yang terletak di lantai 6, yaitu Hotel Amaris. Begitu sampai lobby, kita pun istirahat sebentar menunggu check in jam 14.00 sambil ngobrol-ngobrol lagi dan kali ini ada mas Yudhie, yang ngelola IT nya ezytravel. Selain itu, serah-serahan oleh-oleh gitu deh di siang itu, aku pun mbawain pesenan Daeng, Yudi Randa bawa kopi dari Gayo, dan kemudian berceritalah tentang kopi yang dibawanya itu.

Setelah dipersilakan check in, kita pun menuju kamar kita masing-masing. Dan lumayanlah, bisa tiduran bentar dan mandi-mandi dulu biar seger. Setelah itu, pukul 15.30 kita berangkat menuju Djakarta Cafe, untuk menghadiri acara yang kita tunggu-tunggu.

DSC09802

mulai dari yang imut (yudi) sebelah kananku don suke, ismi, suzan, nike. depannya nike itu eka, samping kanannya eliyan, yudi randa, daeng ipul dan ahmad.

Seperti biasa, sesampainya di lokasi, kita pun mengisi daftar hadir dan dapet goodie bag.

Di acara itu pun ada semacam share dari mbak Dyah Elok, yang merupakan founder Backpaker Dunia, yang kalau tidak salah beliau itu kerja di salah satu media nasional juga.

Sharingnya cukup membuka lagi tentang bagaimana menulis sebuah catatan perjalanan, dimana ketika kita akan travelling hendaknya kita mencari data terlebih dahulu sehingga sesampainya di tujuan kita bisa melengkapi dari data-data sebelumnya yang telah dikumpulkan, dilengkapi dengan beberapa foto dokumentasi dan catatan interview dengan penduduk lokal. Disini juga dijelaskan, ketika interview hendaknya jauhkan dahulu alat rekam ketika kita bertanya-tanya ke penduduk lokal, bisa jadi malah mereka takut ketika kita interview dengan menggunakan alat rekam tersebut. Dan harus pinter-pinternya kita aja sih, mengingat-ingat semua pertanyaan dan jawaban sebagai pelengkat tulisan kita. Wow … jadi pengen jalan-jalan sambil nulis lagi.

Selain itu, ada sharing dari percetakan buku Grasindo, yang disitu mereka menjelaskan tentang cetak-mencetak buku untuk para penulis yang hasil tulisannya mau dikembangkan menjadi cetakan buku. Dan penjelasannya mengenai proses pengajuan sampe approval untuk pencetakannya, kemudian untuk promosinya mau seperti apa, dijelaskan secara gamblang oleh Grasindo.

DSC09827

mbak Amalia dari BlueBird Group

Dari BlueBird Group pun ikut andil dalam sharing malam itu. Mbak Amalia mulai bercerita tentang perkembangan taksi di era media sosial. Sebelum dimulai, ada pertanyaan siapa yang sudah mendownload aplikasi BlueBird ? serentak beberapa peserta yang hadir maju dan menunjukkan aplikasi tersebut berikut dengan histori pemakaiannya, dan beruntunglah orang-orang yang maju tadi dengan mendapatkan voucher taxi yang lumayan lah untuk dipakai di jaringannya taksi blue bird.

Perkembangan dari Blue Bird sendiri semakin menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, di aplikasinya yang terbaru telah terkoneksi dengan adanya GPS. Jadi semua armada yang dimilikinya bisa dilacak keberadaannya, dan itu semua tertera di dalam aplikasi yang terinstal di smartphone para konsumennya. Selain itu, pada awalnya kita ketika memesan armada sedangkan posisi kita ada di area umum pasti ditolak, itu dikarenakan akan menjadi hal yang membingungkan bagi pengemudi taksi Blue Bird tersebut, dan terobosan aplikasi sekarang telah mengubah itu semua. Dimanapun si pengguna taksi itu berada, bisa dikirimkan armada meskipun pengguna taksi tersebut berada di area umum, hanya saja ketika order via smartphone diberi keterangan ciri-ciri supaya mudah untuk dikenali.

Akhir acara, ada sambutan dari CEO Ezytravel, Bp Erick yang malam itu sangat bahagia sekali, karena pada tahun ini omzet dari ezytravel meningkat cukup pesat. Singkat sekali sambutan dari CEO tadi, semoga kedepannya ezytravel semakin berjaya dan inovatif dalam segala halnya, termasuk pengembangan konten onlinenya, dan kedepannya ada lagi kopdar blogger se Nusantara lagi. amiiin …

DSC09840

gak afdhol kalo gak foto bareng antara hello Nusantara dan Ezytravel πŸ˜€

Waktu sudah mulai malam, perutpun mulai kenyang, dan kita pun mulai lelah. Ada sebagian yang masih seneng dan pengen maen mumpung ada di Jakarta. Tapi aku … aku memilih balek ke hotel ajah, karena ga ada yang mau nyulik maen ke mana gitu deh πŸ˜€

 

Sahur Pertama Kalinya di Hotel

Persis sesuai postingannya Daeng Ipul, ini juga merupakan pengalaman pertamaku sahur di hotel. Aku pikir, akan sepi ketika di bulan Ramadhan ini, karena biasanya sih jadual breakfast kan mulai jam 05.00. Ternyata dugaanku salah, yang ada rame riuh pada sahur. Dengan muka seadanyapun, aku cuek ngambil makanan yang lumayan banyak, dan alhamdulillaah sahur kali itu berjalan sukses. πŸ˜€

Setelah sahur, beberapa teman melanjutkan ke tradisinya masing-masing sedangkan aku memilih untuk balek ke kamar nonton tv sambil tiduran menunggu subuh. Barulah setelah subuh, mata mulai lelah, kasur empuk minta ditidurin dan selimutpun mulai posesif minta dikelonin, aaah enaknya.

Hari itu pun kita harus segera hengkang dari ibukota. Taklupa seperti biasa, kita foto bareng-bareng lagi sebelum check out dari hotel Amarin Thamrin City.

DSC09848

masih di lobby hotel Amaris Thamrin City (motretnya pake remote) πŸ˜€

Kemudian kita pun turun ke bawah menuju mobil yang akan mengantarkan kita ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang (denger tangerang trus keinget gadis tangerang deh, yang susah banget kopdarnya πŸ˜€ ) dan foto lagi dengan bekgron sponsor.

DSC09853

motretnya pake tongmas, tolongin mas πŸ˜€

Dan begitulah cerita singkat dari perjalanan singkat pula gaes …

Sebenernya masih pengen berlama-lama kumpul bareng ama temen-temen dari luar pulau, karena pasti banyak sekali cerita yang sangat menarik untuk disimak. Seperti tradisi Aceh, ada tuh namanya apa (dalam bentuk emas) semacam mahar kalo mau melamar cewek, dan biayanya untuk mahar sendiri bisa sampai 50an juta lebih atau tergantung dari keluarganya, belum lagi cerita dari Makassar dan Toraja, yang namanya mahar itu sesuai dari lulusannya. Semakin tinggi lulusan kuliah semakin mahal pula mahar yang harus dipersiapkan, belum lagi pesta perkawinannya. Terus ada lagi cerita, yang namanya prosesi kematian lebih mahal dari perkawinan juga ada. Seruuuu …. dan seneng banget ndengerinnya.

Aaah .. semoga ada lagi acara-acara semacam ini.

 

 

salam manis,

[H]Yudee

16 replies
    • hyudee
      hyudee says:

      iyaaa mi … busheet dah, mau nikah aja maharnya pada mahal-mahal … kerasa banget klo buat freelancers yg pendapatannya gak nentu gini mi …hahahaha …

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.