#SidoPiknik Mengunjungi Potensi Wisata Baru dan Pabrik Sido Muncul di Semarang

Perjalanan pagi 2 Maret 2017 emang membutuhkan semangat yang sangat luar biasa. Mana paginya baru tidur sekitar 2-3 jam karena sehari sebelumnya udah terlalu banyak kegiatan tongkrong di tempat-tempat hits sak kota Semarang. Eh, tapi itu belum seberapa lho, dibandingin ama temen-temen dari Jakarta yang harus bersiap-siap kumpul dan menuju Bandara pagi-pagi buta, terlebih-lebih rombongan dari Bandung yang harus ke Jakarta tengah malam supaya bisa barengan berangkat dari Jakarta, #warbiyasak.

Sekitar pukul 06.00 aku naik gojek menuju Jalan Gajahmada untuk ketemuan dengan Gita di Hotel Chanti, tempat dia memarkirkan mobilnya, karena perjalanan selanjutnya kita harus kumpul di Bandara A Yani dan sebelum menuju kesana, kita harus ambil snack yang sudah dipesan sehari sebelumnya, untuk bekal teman-teman selama di bus.

Sesampainya di Bandara, kami pun berangkat bersama-sama menuju Rawapening yang merupakan rute 1 yang harus dituju, tapi sebelumnya karena masih pagi, yaa sarapan dulu dong di Soto Pak Man daerah Pamularsih…hennaaakkk ….

Setelah sarapan, kami pun bergegas ke bus menuju rute pertama yaitu di Rawa Pening.

 

Rawa Pening

Sesampainya di Rawa Pening, kita disambut langsung oleh salah satu pemilik Sido Muncul, yaitu Bp Irwan Hidayat. Dengan wajah yang sumringah, Pak Irwan bercerita tentang potensi enceng gondok yang ternyata masih bisa diolah menjadi barang produktif selain dijadikan kerajinan tangan.

Sekilas dulu tentang Rawa Pening, tempat ini merupakan tempat yang fotojenik dengan artian, tempat yang bagus banget untuk para pemotret human interest dan lanskap atau foto pemandangan. Danau Alam yang terletak di area Kabupaten Semarang Jawa Tengah ini memiliki panorama alam yang luar biasa indahnya, terlebih-lebih karena letaknya di bawah Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran.

Pernah dengar legenda Baru Klinthing?

Kalau penasaran, bolehlah gugling aja dengan kata kunci legenda Baru Klinthing, disitu jelas penjelasan cerita legenda tentang Baru Klinthing. Dan dari cerita legenda itulah, Rawa Pening mulai terkenal.

Hanya saja, didaerah ini sangat banyak sekali terdapat enceng gondok yang secara tidak langsung cukup mengganggu dan menyebabkan pendangkalan karena permukaan danau tertutup oleh enceng gondok tersebut. Bayangkan, luas dari Rawa Pening ini sekitar 2700 hektar, 1800 hektar itu tertutupi oleh enceng gondok, pada tahun 1995 kedalaman masih sekitar 15 meter, sekarang tinggal 3 -7 meter, begitulah informasi dari Pak Irwan Hidayat menjelaskan didepan para blogger dan netizen yang hadir dalam #sidopiknik tersebut.

Melihat gejala ini, akhirnya pihak Sido Muncul pun berinisiasi untuk mengolah enceng gondok tersebut menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, karena dirasa upaya pembersihan dan pelatihan pemanfaatan enceng gondok masih belum bisa mengurangi populasi tumbuhan ini. Olahan tersebut adalah mengolah sisa dari enceng gondok tersebut menjadi sebuah energy baru atau bahan bakar seperti batubara hanya saja lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan asap pekat seperti batubara. Bentukannya pun sangat kecil dalam bentuk pellet.

 

Kunjungan ke Pabrik Sido Muncul

Perjalanan selanjutnya menuju pabrik Sido Muncul yang berada tidak jauh dari lokasi Rawa Pening tadi. Sesaat memasuki pabrik, bus pun diarahkan ke daerah belakang menuju pengolahan limbah pabrik dan enceng gondok.

Dari sini kita bisa melihat, enceng gondok yang masih dalam bentuk tumbuhan dipotong-potong kemudian dimasukkan ke dalam sebuah mesin dan output yang dihasilkan menjadi sebuah bentuk pelet. Dan pelet inilah yang menjadi bahan bakar pengganti elpiji, karena dengan penggunaan pelet dari enceng gondok ini, perusahaan bisa menghemat bahan bakar untuk operasionalnya. Dan perlu diketahui juga, ternyata pembuatan pelet sebagai pengganti energy baru ini tidak hanya dari enceng gondok, melainkan dari limbah pabrik yang bisa didaur ulang menjadi pelet tersebut.

Selanjutnya, kita memasuki tempat penyetandaran mutu bahan baku. Di tempat ini, semua bahan baku diolah sedemikian rupa sehingga kasiat dan hasilnya sama.

 

Bisa dibilang, Sido Muncul ini memiliki pabrik yang sangat besar, mulai dari pengelolaan bahan dasar, pengolahan jamu, laboratorium, tempat pengepakkan, dan lain-lainnya. Masing-masing tempat berdiri sendiri bangunannya. Dan yang paling menarik lagi adalah pengelolaan limbah pabrik ini pun dimanfaatkan lagi menjadi bahan bakar energy baru, seperti tadi yang telah diceritakan di awal tulisan ini.

 

Dukungan Sido Muncul Untuk Pariwisata di Kota Semarang

Tidak perlu diragukan lagi, Sido Muncul ini merupakan sebuah brand yang sangat peduli terhadap segala aspek, salah satu diantaranya adalah dukungannya untuk menggalakan potensi wisata daerah. Seperti kita ketahui juga, beberapa iklan produk keluaran Sido Muncul ini terbukti secara tidak langsung turut mempromosikan potensi wisata yang ada di Indonesia, seperti misalnya dalam iklan Tolak Angin Care yang mempromosikan Labuan Bajo, Tolak Linu Herbal yang secara tidak langsung mempromosikan Wisata Gunung Bromo, dan produk-produk yang lain.

Rawa Pening (doc. #sidopiknik oleh @commaditya )

Melihat potensi yang ada di daerah Rawa Pening ini, Irwan Hidayat (CEO Sido Muncul) ingin sekali menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata, hanya saja terkendala dengan populasi enceng gondok yang masih besar dan secara tidak langsung masih menutupi keindahan danau ini.

“Saya ingin menjadikan daerah Rawa Pening itu menjadi daerah wisata, tapi banyak enceng gondoknya. Maka dari itu saya mencari jalan. Karena kenyataannya itu dari 2700 hektar, itu yang 1800 hektar dipenuhi enceng gondok”, ungkap Bp Irwan didepan para blogger & netijen #sidopiknik.

Harapannya, ketika nanti Rawa Pening ini bersih dari enceng gondok, tempat ini akan menjadi potensi wisata danau yang sangat bagus sekali, secara tidak langsung akan menghidupkan perekonomian daerah disekitarnya secara maksimal.

netijen #sidopiknik

Jangan lupa mampir ke channel youtubenya hyudee yaa gaess ..

Trus jangan lupa untuk subscribe, biar tau ntar kalo ada apdetan. Trus like kemudian share, biar semakin banyak orang tahu tentang liputan video tadi :p

 

#eh ngomong-ngomong, kemarin sempet ditawarin lho ama Pak Irwan. Kali aja ada yang mau ngambil enceng gondok dan dijual ke Sido Muncul, pasti akan dibeli lho… tertarik ?

 

 

 

salam manis,

[H]Yudee

13 Replies to “#SidoPiknik Mengunjungi Potensi Wisata Baru dan Pabrik Sido Muncul di Semarang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *