Sharing Tentang Social Media Yuk …

Minggu kemarin, tepatnya hari Jumat 10 Oktober 2014 ada kejadian yang cukup lucu dan unik sekaligus nyengit 😀

Saat itu pukul menunjukkan beberapa menit sebelum adzan sholat Jum’at dikumandangkan, ada telpon masuk. Yang intinya adalah ajakan untuk sharing tentang media sosial dari para pelaku langsung. Eh lha kok secara refleks aku pun menyanggupinya, dan seketika itu pula aku rikues logo-logo dari perusahaan tempat temanku tadi yang menelepon. Dalam beberapa menit, aku pun mengecek file di laptop, sampai akhirnya aku menemukan berkas file presentasi yang dulu pernah dibikin, tinggal comot sana sini dan ganti logo.

Hari Jum’at saat itu merupakan hari yang baik dan penuh berkah, buktinya sandal jepitku yang pasangannya ketuker akhirnya kembali lagi ke pasangan aslinya, cuman kondisinya sudah mulai hampir rusak 🙁

Setelah sholat Jum’at, aku pun bergegas untuk mengedit file presentasi, yang akan menjelaskan tentang era sosial media. Dari sini, aku menjelaskan bahwasanya sekarang merupakan tahapan dari revolusi media. Kita mengenal yang namanya radio, media cetak, televisi dan lain sebagainya sangat maju pada saat kejayaannya, akan tetapi saat ini, semua media tersebut sudah mulai ditinggalkan secara pelan-pelan. Bahkan dengan adanya media sosial ini bisa mengurangi pornografi secara signifikan, dan kemudian aku menjelaskan tentang fakta-fakta media sosial di Indonesia seperti pengguna media sosial terbesar se asia dan lain sebagainya, kemudian tentang trend market seperti jumlah populasi yang bisa menentukan pasar untuk siapa, kebiasaan orang membeli karena rekomendasi dan seterusnya. Baru masuk ke ranah marketshare untuk produk perusahaan tersebut. Tak lupa, manajemen sosial media pun juga perlu sekali, supaya konten yang disebarkan tidak membuat bosan untuk para followersnya.

varuna entertainment

Aku pun datang tidak sendirian, ditemani oleh partner dari @tentangSMG yaitu Dani. Dani pun menjelaskan mengenai tren-tren pasar untuk produk tertentu, dan menjelaskan tentang pemasaran dan sales, intinya jangan terlalu pede ketika sosial media jalan akan mempengaruhi kenaikan penjualannya, akan tetapi tujuan dari sosial media ini adalah untuk menanamkan produk ke dalam benak konsumen, yang kalau hasilnya bagus akan membantu sisi penjualannya. Intinya menjadi sebuah produk yang diperbincangkan oleh khalayak ramai, itu adalah tujuan dari marketing online ini.

Akhir pertemuan kita tutup dengan tanya jawab seputar marketing online via social media. Dan ternyata mereka masih kurang begitu aware, dan hanya sebatas tahu saja ..oh ini twitter .. that’s it! Dan harapan dari kita, dengan adanya pengetahuan baru ini, mereka bisa semakin memaksimalkan media sosial yang mereka punya, dan mulai rame untuk berinteraksi secara online dengan para konsumernya. 😀

 

 

salam manis,

[H]Yudee